Suatu hari ada seseorang menghubungi kami melalui chat whatsapp 085105224499, dia menceritakan kondisi yang saat itu sedang ia alami dan rasakan. Kondisi yang membuat ia merasakan keterpurukan dalam hati dan pikirannya. Dia mengalami kecemasan dan ketakutan berlebihan. Dari ketakutan berlebihan ini memicu munculnya kondisi ia suka marah-marah tanpa sebab yang jelas, dan anaknya yg masih kecil imut menjadi sasaran kemarahannya. Dia menyadari apa yang dia lakukan itu tidak dapat dibenarkan, akan tetapi ia kesulitan dalam mengontrol kemarahan tersebut.
Ketakutan - ketakutan itu muncul berawal setelah adik sepupunya yang masih berusia 22 tahun meninggal dunia dikarenakan sakit. Dari kejadian ini, membuatnya paranoid, ada sakit sedikit langsung dikaitkan dengan kematian. Selalu terbayang-bayang dengan kematian. Membuatnya takut untuk melakukan sesuatu, takut untuk jalan-jalan keluar rumah. Biasanya dia sering main dengan teman-temannya, misalnya shopping di mall, atau nongkrong di mall.
Semenjak dia mengalami ketakutan berlebihan ini, dia jadi jarang sekali keluar sama keluarga ataupun teman-temannya. Dia cenderung mudah muncul pikiran-pikiran negatif, yang sejauh ini tak pernah terjadi apa yang ada dalam pikirannya tersebut. Ironisnya, dia juga tidak memiliki tempat yang nyaman untuk dia bercerita tentang apa yg ia alami dan rasakan.

